Pertemanan itu Merogoh Biaya Transaksi
- harikaSoul

- 2 Okt 2018
- 2 menit membaca
Tak bisa dipungkiri lagi jika dalam berteman kita mesti ngeluarin uang buat ini itu. Nongkrong barenglah, jalan-jalan barenglah, jenguk mereka yang sakitlah, dan masih banyak lagi. Ada yang merasa keberatan, adapula yang biasa saja. Yaa itulah yang terjadi dalam pertemanan.
Dengan menjadikan biaya pengeluaran dan hubungan pertemanan sebagai dua variabel yang berkaitan, bisa jadi sifat keduanya adalah positif. Artinya, semakin banyak kita mengeluarkan biaya maka hubungan pertemanan akan semakin banyak, ehh erat maksudnya.
Okee, kita samakan persepsi dulu deh. Jadi, biaya yang Harika maksud disini adalah biaya transaksi. Apaan tuh? (sambil nutup satu mata)
Kesimpulan dari bukunya Prof.Erani bilang kalo Biaya Transaksi adalah biaya yang dikeluarkan di luar biaya produksi untuk kepentingan ekonomi dan non ekonomi.
Mungkin di telinga kalian masih agak asing yaa, tapi padahal biaya yang satu ini hampir selalu kita rogoh sehari-hari, eiitts.. khususnya di dalam hubungan pertemanan ya. Kali ini harika bakal ulas beberapa contoh biaya transaksi dalam pertemanan nih. Check it out!
1. Awal mula di lingkungan baru, kita belum punya temen nih. Biasanya orang yang bakal jadi temen kita seterusnya adalah dia yang duduk atau berdiri di deket kita. Betul gak? Hahaha.
Terus kita bakal kenalan tuh biar bisa mencairkan kondisi sambil basa-basi bahas berbagai hal yang mungkin gak penting-penting banget. Kadang kita ngerasa bingung mau ngomongin apa. Topik udah habis, hmm ajak makan aja deh.
Biaya transaksi: berpikir dan basa-basi buat PeDeKaTe, ngajak makan (kalo jadi)
2. Saat udah berbulan-bulan di lingkungan baru itu kita pasti udah punya beberapa temen yang agak deket tuh. Kadang atau bahkan sering kita habiskan waktu bareng mereka. Bekerja, belajar, hangout, dan atau sekedar belanja bareng pasti kita bakal ngeluarin uang tak terduga. Pergi ke Ram*yana niatnya Cuma mau beli kemeja, ehh gegara ngajak temen, dia beli lipstik, kita jadi ikut-ikutan beli deh. Oke gapapa sekali dua kali.
Biaya transaksi: beli sesuatu di luar perencanaan, makan di luar padahal di rumah ada makanan
3. Kadang saat suasana hati lagi gak bagus dan temen ngajak main. Mau gak mau kita bakal ngikutin mereka, yahh.. kita berkorban lagi deh.
Biaya transaksi: mengorbankan emosi
4. Ada saatnya kita perlu sendiri buat istirahat atau sekedar menenangkan diri, tapi lagi-lagi temen ngajak kegiatan atau mereka tiba-tiba butuh bantuan. āBaiklah sini kubantuā
Biaya transaksi: mengorbankan waktu sendiri
5. Temen ultah, temen sakit, temen butuh kredit, daaaan masih banyak lagi
Biaya transaksi: ngeluarin uang buat sesuatu yang bukan kebutuhan dan keinginan (bisa jadi)
Lalu apalagi? Banyak sobat, itu cuma sebagian kecil aja lho. Tapi harika sangat yakin bahwa apapun yang telah kita keluarin buat orang lain denga keikhlasan, pasti kita akan mendapat balasannya. Entah tiba-tiba kita dapet rezeki nomplok atau kita dapet bantuan cuma-cuma saat kita butuh pertolongan. Ingat! Hanya dengan keikhlasan.
Sejatinya biaya transaksi itu menghadapkan pada dua kemungkinan, yaitu positif dan negatif. Dalam pertemanan, ketika kita tak pandai menilai dan memilah temen yang bakal menjerumuskan ke hal negatif atau ke hal positif. Tetap ikhlas dan luruskan niat untuk belajar dari mereka yaa
Wassalamuāalaikum :ā)



Komentar