#BOOKREVIEW II Kambing dan Hujan
- harikaSoul

- 4 Feb 2019
- 4 menit membaca
Hai hai haii!!!!
Malang, ditanggal ini masih dingin nihh. Hampir tiap hari diguyur hujan.
Sobat terkasih apa kabar hari ini?? Semoga selalu BUGAR dan BAHAGIA yaa!
Kali ini Harika bakal mengulas salah satu NOVEL ROMAN yang KETJEH PARAH! Ga percaya? baca ini dulu dehh, kalo makin penasaran, sabi DIBELI dan DIBACA secara AGREGAT. #Eaak

Sejujurnya aku ga paham bagaimana kriteria novel yang bagus, karena dulu aku sering membaca novel tetapi yang penulisnya udah booming banget gitu, jadi juga kurang tau karya si A bagus atau tidak, karya si B bagus atau tidak. Jadi, cari amannya itu ya yang best seller dan isinya itu mudah aku pahami. Tapiii.. ketika aku beli buku ini, yang merupakan rekomendasi dari temen, katanya sih bagus, terus pas aku baca sinopsisnya, iyanihh! lumayan tertarik aku. Seru aja gitu, apalagi mungkin lagi posisi up and down cinta asikkk!! Ga..ga..bohonggg⦠hihihi
Oke lanjut ajaaā¦Novel Roman āKambing dan Hujanā karya Mahfud Ikhwan, pemenang Sayembara Novel DKI 2014 ini membuat aku sedikit BAPER ehehehe. Selain karena fiksi, mungkin ceritanya sesuai dengan pengalaman aku ataupun temen-temen selama ini.
Check it Out!
Ceritanya si Mif dan Fauzia sejak kecil mereka tinggal di kampung yg sama, tetapi bisa dibilang mereka tidak berteman. Mif tau siapa Fauzia, pun sebaliknya. Hanya sekedar tau. Nahh ini unik, mereka bisa deket bahkan jatuh hati dan ingin menjalin hubungan yang serius āNIKAHā. Uniknya dimana?.
Bermula ketika mereka bertemu di Bus. Fauzia bersikap cuek dan jual mahal saat itu, apalagi ga tau gedenya Mif seperti apa, jadi dianggap ya orang asing gitu, tapi si Mif selalu mengajak bicara hingga akhirnya Fauzia inget siapa Mif dan mereka lancar berkomunikasi. Sok SKSD gitu sihh si Mif-nya. Tapi emang bener lho, kalau kita suka SKSD ke orang, kita bisa lebih mudah akrab bahkan saat itu juga yang sebelumnya belum pernah ketemu. Pengalaman pribadiku sihh ehehe.
Next...mereka melanjutkan komunikasi lewat surel (surat elektronik) yang biasa kita sebut email. Awal mulanya si Mif mengirim pesan kepada Fauzia dan menceritakan sedikit mimpinya, meskipun agak kaku, ternyata Fauzia memberi kejutan ke Mif, bahwa mimpinya bisa terwujud dengan mengirim karya Mif dan dimuat di sebuah koran yang udah lama jadi incaran Mif. Mif seneng dong⦠Singkatnya, mereka saling tukar nomor HP.
Siapa sih yang ga mau kisah cintanya mulus-mulus aja, lancar jaya tanpa hambatan? Semua orang pasti ingin kan?. Namun lagi-lagi kita ga boleh menampik suatu permasalah yang terjadi pada dua sejoli yang sedang jatuh cinta. Entah itu permasalahan internal maupun eksternal. Itulah cobaan untuk mereka yang berniat serius dan ingin membuktikan bahwa kalau berjodoh ga ada yang bisa menghalangi dan permasalahan yang ada bisa diselesaikan dengan cara yang baik.
Sebenernya apa sih permasalahan dalam cerita tersebut?
Jadi⦠keluarga Mif dan Fauzia ini meskipun 1 kampung tetapi mereka anak seorang tokoh Islam yang berbeda. Mif anak seorang tokoh Islam modern (Muhammadiyah), dan Fauzia anak seorang tokoh Islam tradisional (NU). Perbedaan inilah yang menjadi permasalahan kisah cinta mereka kurang berjalan mulus, apalagi tetangga mereka yang sering menduga-duga terkait hubungan kedua pemuda ini. Bahkan Mif dan Fauzia masing-masing ditawari terkait jodoh namun mereka tetap tidak mau dan sempat ingin kabur tetapi akhirnya niat itu diurungkan dan mereka menghadapi permasalahan ini dengan bijak. Mereka ingin membongkar rahasia apa yang menyebabkan di kampung tersebut ada kelompok-kelompok ya aku sebut istilahnya, kelompok utara (Islam modern) dan selatan (Islam tradisional). Ternyata dulu sebelum terbentuk kelompok utara dan selatan, disana hanya ada 1 yaitu Islam tradisional. Ketika itu ayahnya Fauzia dan ayahnya Mif bersahabat. Mereka selalu bersama. Ketika ayahnya Fauzia melanjutkan pendidikan dengan merantau, ayahnya Mif tidak karena tidak ada biaya untuk melanjutkan pendidikan. Akhirnya ayahnya Mif berguru dengan Cak Ali. Dan itulah awal mulanya perbedaan pemahaman. Ketika Cak Ali, ayahnya Mif dkk mempelajari agama tersebut mereka langsung mengubah apa yang sudah ada sebelumnya. Yang ga sesuai sama mereka ga bakalan diterapin gitu. Bagus sih mendakwahi dan mengubah sesuai ilmu agama, tetapi mungkin caranya yang terlalu agregat gitu, ga sedikit demi sedikit. Nha si Cak Ali ini juga diragukan sama tetangga-tetangga sebenernya dia menuntut ilmu dimana sih? Pokonya singkat cerita, Cak Ali dkk itu sering bermusuhan dengan sesepuh tokoh di desa tersebut. Sampai ketika udah beranjak dewasa, harapan satu-satunya kalangan tua untuk mempertahankan NU nya adalah kepada ayahnya Fauzia. Sedangkan disisi lain dia juga sahabatnya ayahnya Mif. Pokonya dari situ tu kurang bisa menyatu gitu dan pada saat itu ayahnya Fauzia dan ayahnya Mif hubungannya sudah menjauh.
Nahh! Meskipun berbeda tetapi tidak harus ada permusuhan. Toh, sejatinya kita emang diciptakan berbeda, dan perbedaan itu jangan dijadikan masalah yang bisa memecah belah. Itu yang ingin diselesaikan Fauzia dan Miftah, apalagi mereka pendidikannya juga tinggi.akhirnya setelah rahasia-rahasia terbongkar, ayah mereka menjadi bersahabat kembali. Dan Mif serta Fauzia mendapat restu dan mereka bisa menikah.
Meskipun banyak tokoh juga yang terlibat dalam cerita ini, tapi aku ga mau bahas secara detail hehehe. Kepoin aja ya Sobat! YUK membaca ehehe. Membaca fiksi ga salah kok, bahkan itu bisa memacu kita yang awalnya ga suka baca, dengan mengawali membaca fiksi membuka semangat kita untuk gemar membaca. Cerita ini tuh happy ending gitulah intinya.
Sobat-sobatku udah ada yg baca??
Kasih komentar kalian bisalah hehehe
See you next post!
By. Pradita Cahyawati




Komentar